Trik Mendaki Gunung Agung Bali

Selasa, 16 Oktober 2018

Cincin api "Ring of Fire" yang mengelilingi Indonesia menghasilkan gunung api paling atas kelima di Pulau Bali yaitu Gunung Agung. Menjulang dengan tinggi 3.142 meter, Gunung paling atas di pulau dewata ini terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem Bali. Gunung api ini dikelilingi hutan lebat, dimana babi hutan, kera ekor panjang dan aneka burung liar, tergolong Elang Bali yang langka bersemayam. Tersedia 3 jalur untuk mencapai puncak Gunung Agung, tetapi medan ketiganya lumayan berat dan hanya wisatawan yang sangatlah fit saja yang bisa disarankan untuk mendaki.

Trik Mendaki Gunung Agung Bali


Mengingat pentingnya peran Gunung Agung sebagai salah satu pusat ritual warga Bali, khususnya melewati gerbang utamanya di Pura Besakih maka sangat disarankan untuk menyewa jasa pemandu apabila ingin mengunjungi Gunung Agung. Para guide ini bisa ditemukan pada lokasi pendakian, antara lain Gung Bawa Trekking dari pos pendakian jalur Besakih dan MG Trekking di Candidasa.

Puncak Gunung Agung bisa diakses dari beberapa arah. Jalur selatan pendakian melewati Klunkung dan Candidasa, jalur barat melewati Pura Besakih, timur melewati Tirta Gangga dan Karangasem. Jalur yang tak sedikit digemari adalah dari pantai timur melewati sebelah utara Amed menuju Tulamben dan Singaraja. Segi timur Gunung Agung cenderung gersang sedangkan pemandangan dari segi barat jauh lebih hijau. Keelokan puncak gunung Agung adalah pemandangan di perjalanannya yang berliku dikelilingi gunung dan Danau Batur dan mencapai puncaknya ketika diseberang lautan terkesan matahari pagi timbul dari balik Gunung Rinjani di Pulau Lombok.

Saran Pendakian

  • Para pendaki dianjurkan untuk mendaki pada musim kemarau (kurang lebih April-Oktober) sedangkan di bulan Januari sangat dihindari sebab curah hujan yang tinggi yang berdampak pada jalur pendakian yang licin dan berbahaya. Pada Januari dan Februari adalah waktu paling berbahaya sebab kemungkinan jalur rawan longsor. Sedangkan di bulan April tersedia tak sedikit upacara keagamaan jadi tak bebas untuk mendaki.
  • Para pendaki tentunya mengincar sunset di puncak gunung jadi harus pergi tengah malam. Diharuskan mengangkat senter alias headlamp sebab cahaya bulan yang temaram dan tak lumayan menerangi jalan setapak.
  • Pendakian pada umumnya dimulai pada pukul 23.00 WITA dan kurang lebih 4 jam perjalanan menuju puncak.
  • Seusai matahari terbit biasanya kabur bakal kembali timbul menghalangi pemandangan.
  • Para pendaki pemula disarankan melewati jalur utara melewati Duku Bujangga Sakti dan mengangkat peralatan camping. Walau memutar dan menghabiskan waktu dua kali lebih tak sedikit, jalur ini lebih landai dan memungkinkan untuk beristirahat lebih tak sedikit. Sumber: Tempo, Inspirasi Bali.
 
Copyright © 2014. twpasak.com. Powered by Blogger.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper
Creative Commons License