Insto Dry Eyes, Cara Aman Mengatasi Masalah Mata Kering pada Lansia

Jumat, 19 Juli 2019

Ketika memasuki masa penuaan berbagai masalah mudah muncul, termasuk masalah mata yang kering. Mata perih, gatal dan berair membuat rasa tidak nyaman dan akan mengganggu aktivitas Anda. Guna menghindari hal tersebut, sebaiknya pahami penyebab dan cara mengatasi masalah mata yang kering.

Insto Dry Eyes, Cara Aman Mengatasi Masalah Mata Kering pada Lansia

Dry Eyes Syndrome
Sindrom mata kering atau keratoconjunctivitis sicca merupakan kondisi dimana mata tidak mendapatkan lubrikasi dengan baik. Lubrikasi dan menjaga kelembapan mata merupakan tanggung jawab dari air mata. Beberapa kondisi dapat menyebabkan terganggunya kinerja air mata, baik karena produksi yang kurang optimal maupun penguapan yang berlebihan.

Gangguan produksi air mata umumnya disebabkan karena beberapa faktor seperti perubahan hormon seperti pada proses penuaan, kondisi medis tertentu, penggunaan obat-obatan tertentu dan kurangnya asupan gizi serta cairan. Sedangkan penguapan air mata yang berlebihan umumnya disebabkan karena aktivitas dan lingkungan yang kurang baik.

Aktivitas yang membutuhkan fokus visual tinggi seperti berkendara, membaca dan bermain gawai atau menonton dalam waktu lama dapat menyebabkan air mata menguap lebih cepat dan menimbulkan mata sepet serta kering. Kondisi lingkungan seperti ruangan ber-AC, tiupan angin kencang dan kondisi lain dengan kelembapan rendah juga bisa membuat air mata menguap.

Penyebab  Mata Mudah Kering pada Lansia
Proses penuaan tidak hanya berdampak pada fisik tapi juga metabolisme. Ketika memasuki masa penuaan terjadi berbagai perubahan hormon yang dapat berdampak pada produktivitas air mata. Air mata diproduksi di kelenjar lakrima atau kelenjar air mata, dimana produksi tersebut diatur oleh hormon.

Berdasarkan penelitian hormon seksual seperti androgen yang menurun pada proses penuaan berpengaruh terhadap kinerja kelenjar lakrima. Hal inilah yang menyebabkan lansia memiliki resiko lebih tinggi mengalami mata yang kering. Selain itu berkurangnya kemampuan otot mata akibat penuaan juga bisa mempengaruhi kinerja kelenjar lakrima.

Kondisi medis lain seperti rheumatoid arthritis, diabetes dan gangguan tiroid bisa menjadi faktor lain yang meningkatkan resiko mata menjadi kering. Hal ini juga bisa diperparah dengan aktivitas dan kondisi lingkungan yang dapat membuat air mata lebih cepat menguap dan menyebabkan mata lebih mudah kering.

Cara Mengatasi Masalah Mata yang Kering
Masalah mata yang kering bisa Anda atasi dengan menggunakan Insto Dry Eyes yang diformulasikan khusus untuk mengatasi masalah mata yang kering. Insto Dry Eyes juga bisa digunakan sebagai pengganti sementara air mata alami karena kandungannya yang sangat mirip dengan air mata.

Anda juga bisa mempercepat penyembuhan dan mencegah mata menjadi kering dengan melakukan beberapa hal. Salah satunya adalah menghindari atau mengurangi durasi aktivitas yang membutuhkan fokus visual tinggi. Aktivitas tersebut menyebabkan reflek berkedip menurun dan menimbulkan mata pegel dan kering lebih cepat.

Jika hal tersebut tidak dimungkinkan Anda bisa melakukan teknik 20-20-20 saat beraktivitas, dimana setiap Anda beraktivitas selama 20 menit Anda harus beristirahat selama 20 detik dengan memandang objek yang berjarak 20 kaki (6 meter). Jika perlu Anda bisa melakukan pengompresan pada mata untuk merelaksasi otot mata yang tegang setelah beraktivitas.

Ketika mata terasa kering, perih dan gatal sebaiknya jangan mengucek mata karena berpotensi melukai kornea mata atau peradangan. Anda bisa membersihkan mata dengan air bersih yang mengalir atau menggunakan Insto Dry Eyes.

Proses penuaan memang tidak bisa dihindari, namun masalah yang timbul akibat penuaan dapat dihindari atau diatasi. Ketika melakukan aktivitas sebaiknya jangan terlalu memaksakan diri, ketika mata lelah dengan cepat dan terasa kering segeralah beristirahat dan segera gunakan Insto Dry Eyes agar tidak menimbulkan masalah yang lebih serius dan berkelanjutan.
 
Copyright © 2014. twpasak.com. Powered by Blogger.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper
Creative Commons License